Pengaruh Lama Perendaman Bawang Putih (Allium sativum L.) terhadap Kualitas Organoleptik Telur Asin Itik

Penulis

  • Darmawati Darmawati PS. Budidaya Perairan Fakultas Perikanan Universitas Madako Tolitoli
  • Zulfiadi Zulfiadi PS. Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Madako Tolitoli

DOI:

https://doi.org/10.56630/jmcp.v2i2.1431

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lama perendaman bawang putih terhadap kualitas organoleptik telur asin itik. Bawang putih (Allium sativum L) mengandung senyawa bioaktif seperti allicin, diallyl disulfide, dan senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antimikroba dan antioksidan alami, sehingga berpotensi meningkatkan mutu sensori telur asin. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan lama perendaman, yaitu P0 (tanpa perendaman bawang putih), P1 (10 hari), P2 (15 hari), dan P3 (20 hari), masing-masing dengan tiga ulangan. Sebanyak 60 butir telur itik digunakan dalam penelitian ini. Larutan perendaman dibuat dari campuran air, garam, dan bawang putih sebanyak 20% dari berat garam. Setelah perendaman, telur dikukus selama 30 menit, kemudian diuji organoleptik oleh 15 panelis semi-terlatih terhadap empat parameter: warna, aroma, tekstur, dan rasa, menggunakan skala hedonik 1–5. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji Duncan (DMRT) jika terdapat perbedaan nyata (P<0,05). Hasil menunjukkan bahwa lama perendaman bawang putih berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap seluruh parameter organoleptik. Nilai kesukaan panelis menurun seiring lamanya waktu perendaman. Perlakuan P1 (10 hari) dan P2 (15 hari) menghasilkan skor sensori yang masih disukai panelis, sedangkan P3 (20 hari) menyebabkan penurunan nyata pada warna, aroma, dan tekstur. Lama perendaman bawang putih memengaruhi kualitas organoleptik telur asin itik, dan durasi optimum berada pada kisaran 10–15 hari untuk menghasilkan telur asin dengan mutu sensori terbaik.

Referensi

Anggrayni, Y. L., & Nasution, Z. (2021). The Influence of Method of Salting And The Addition of Cloves (Syzygium aromaticum) On The Quality Of Organoleptic Salted Egg. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology), 7(2), 60–67. https://doi.org/10.29303/jitpi.v7i2.84

Ariawan, A. B., & Hafid, H. (2021). Kualitas Fisik dan Organoleptik Telur Asin dari Berbagai Jenis Telur Unggas. Jurnal Galung Tropika, 10(2), 221–233. https://doi.org/10.31850/jgt.v10i2.790

Asiah, N., Lestari, A. P., & David, W. (2021). Prediksi Umur Simpan Dan Nilai Penurunan Mutu Telur Asin Presto Pada Penyimpanan Suhu Rendah. Jurnal Teknologi Pangan Dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health), 1(2), 59–64. https://doi.org/10.36441/jtepakes.v1i2.185

Candra Hermawan, A., Sihite, M., & Hidayah, N. (2023). Pengaruh Pemanfaatan Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) terhadap Organoleptik dan Kadar Air Putih Telur Asin Itik Magelang. Bulletin of Applied Animal Research, 5(1), 48–60. https://doi.org/10.36423/baar.v5i1.1233

Candrawati, K., & Hidayati, N. (2019). Penurunan Kadar Kolesterol Pada Kuning Telur Asin dengan Perendaman Seduhan Serbuk dan Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum) dengan Variasi Lama Perendaman. Biomedika, 12(1), 54–61. https://doi.org/10.31001/biomedika.v12i1.418

Dan Dian Septinova, A., Riyanti,. (2019). Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Daya Suka Sensori Daging Broiler Yang Diberi Ekstrak Bawang Putih Sebagai Pengawet. Jurnal Riset Dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals), 3(2), 45–49. https://doi.org/10.23960/jrip.2019.3.2.45-49

Daud, A., Novieta, I. D., Basit, F. S., Mirnawati, M., Ramadani, D., & Kasim, J. (2023). Efektifitas Penambahan Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleiferai) Terhadap Uji Organoleptik Pada Telur Itik Asin dengan Level yang Berbeda. Jurnal Peternakan Lokal, 5(2), 76–85. https://doi.org/10.46918/peternakan.v5i2.1254

Dewi, I. P., Verawaty, V., Devi, S., & Kartika, D. (2021). Pengaruh Ekstrak Etanol Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) Terhadap Kadar Kolesterol Mencit Putih (Mus musculus). Jurnal Farmasi Higea, 13(1), 50. https://doi.org/10.52689/higea.v13i1.360

Elisa, S. N., Putri, D. N., Warkoyo, & Suhaimi, Y. (2022). Pengaruh Lama Perendaman (Soaking) Terhadap Karakteristik Fisik-Sensoris Udang Vannamei Beku Jenis Peeled and Deveined. JURNAL AGROINDUSTRI HALAL, 8(1), 21–32. https://doi.org/10.30997/jah.v8i1.4896

Faridah, A. (2017). Pengaruh Penambahan Bawang Putih Terhadap Kualitas Telur Asin. Jurnal Pendidikan Dan Keluarga, 9(1), 1. https://doi.org/10.24036/jpk/vol9-iss1/41

Fauzi, R., Wulansari, P. D., & Kusmayadi, A. (2022). Perbedaan Konsentrasi Bahan Herbal Terhadap Derajat Keasaman, Kadar Air dan Kadar Lemak Telur Asin Herbal. Bulletin of Applied Animal Research, 4(2), 47–52. https://doi.org/10.36423/baar.v4i2.1052

Handayani, N. E., & Kumalasari, I. D. (2022). Analisis mikrobiologi dan organoleptik mi basah hasil formulasi dengan penggunaan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai pengawet alami dan antioksidan. Agrointek : Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 16(2), 153–163. https://doi.org/10.21107/agrointek.v16i2.12557

Hasrianda, E. F., & Setiarto, R. H. B. (2022). Potensi Rekayasa Genetik Bawang Putih terhadap Kandungan Senyawa Komponen Bioaktif Allicin dan Kajian Sifat Fungsionalnya. JURNAL PANGAN, 31(2), 167–190. https://doi.org/10.33964/jp.v31i2.586

Irwansyah, I., Novieta, I. D., & Rasbawati, R. (2023). Penambahan Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) dengan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Nilai Organoleptik dan Kadar Lemak Telur Itik Asin. Tarjih Tropical Livestock Journal, 3(1), 24–32. https://doi.org/10.47030/trolija.v3i1.504

Kurniawati, Sarwanto, D., Sukmaningsih, T., & Tuswati, S. (2023). Pengaruh Konsentrasi Garam Yang Berbeda Pada Pembuatan Telur Asin Ayam Ras Terhadap Karakteristik Rasa Dan Tingkat Kemasiran Kuning Telur. Media Peternakan, 25(1), 29–36. https://doi.org/10.63859/mp.v25i1.3

Munira, M., Sarfica, D., Zakiah, N., & Sri Mulyani, N. (2021). Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum Linn), Jahe (Zingiber officinale Roscoe) Dan Kunyit (Curcuma domestica Val) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli. JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA, 1(2), 68–73. https://doi.org/10.30867/jifs.v1i2.76

Ni Kadek Dina Juniantari & Ni Made Pitri Susanti. (2023). Pengolahan dan Pengembangan Bawang Putih (Allium sativum L.) Menjadi Bawang Hitam sebagai Agen Antiaterosklerosis. Prosiding Workshop Dan Seminar Nasional Farmasi, 2, 428–438. https://doi.org/10.24843/WSNF.2022.v02.p34

Rezal, A., Dwi Novieta, I., Fitriani, F., Munir, M., & Kadir, M. J. (2024). Kandungan Lemak Dan Kadar Garam Pada Telur Itik Asin Dengan Penambahan Tepung Kulit Buah Kecapi (Sandoricum Koetjape). Journal Gallus Gallus, 3(1), 1–8. https://doi.org/10.51978/gallusgallus.v3i1.333

Susanti, T. M. I., & Panunggal, B. (2015). Analisis Antioksidan, Total Fenol Dan Kadar Kolesterol Pada Kuning Telur Asin Dengan Penambahan Ekstrak Jahe. Journal of Nutrition College, 4(4), 636–644. https://doi.org/10.14710/jnc.v4i4.10173

Widianingrum, D., Nahdi, D. S., & Sudirno, D. (2021). Diversifikasi Pengolahan Telur Ayam Ras Dengan Metode Penggaraman Untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat di Desa Jatipamor. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 858–865. https://doi.org/10.31949/jb.v2i4.1592

Zurak, D., Slovenec, P., Janječić, Z., Bedeković, X., D., Pintar, J., & Kljak, K. (2022). Overview on recent findings of nutritional and non-nutritional factors affecting egg yolk pigmentation. World’s Poultry Science Journal, 78(2), 531–560. https://doi.org/10.1080/00439339.2022.2046447

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-11

Cara Mengutip

Darmawati, D., & Zulfiadi, Z. (2025). Pengaruh Lama Perendaman Bawang Putih (Allium sativum L.) terhadap Kualitas Organoleptik Telur Asin Itik . MACROCEPHALON : Jurnal Ilmu Peternakan, 2(2), 35–42. https://doi.org/10.56630/jmcp.v2i2.1431

Terbitan

Bagian

Artikel