Performa Reproduksi dan Mortalitas Kambing Lokal di Lahan Perkebunan Rakyat Desa Kayu Lompa

Penulis

  • Nelly Kusrianty PS. Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Madako Tolitoli
  • I Kadek Yudi Rinaldy PS. Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Madako Tolitoli

DOI:

https://doi.org/10.56630/jmcp.v2i1.1429

Abstrak

Kambing memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap lingkungan tropis, namun informasi ilmiah mengenai performa reproduksi dan tingkat mortalitas kambing lokal pada sistem pemeliharaan rakyat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik reproduksi dan tingkat mortalitas kambing lokal yang dipelihara di lahan perkebunan rakyat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur dengan peternak, serta pencatatan parameter biologis ternak. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rataan, simpangan baku, dan persentase, kemudian dibandingkan dengan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kambing lokal di Desa Kayu Lompa memiliki umur pertama berahi 6,45 bulan, umur kawin pertama 7,18 bulan, dan umur beranak pertama 13,18 bulan. Lama kebuntingan rata-rata 5,64 bulan dengan jarak kelahiran 6,73 bulan. Litter size tercatat 2,00 ekor/kelahiran dengan bobot lahir anak 1,045 kg, sedangkan umur sapih rata-rata 4 bulan. Rasio jenis kelamin anak yang lahir adalah 1:2 (jantan:betina). Tingkat mortalitas cempe tercatat 2,44% dan mortalitas induk 3,40%, yang tergolong rendah dibandingkan laporan sebelumnya. Penelitian ini memberikan data empiris mengenai performa reproduksi dan mortalitas kambing lokal pada sistem perkebunan rakyat, yang dapat digunakan sebagai dasar perbaikan manajemen pemeliharaan, peningkatan produktivitas, serta pengembangan sumber daya genetik kambing lokal di Indonesia.

Referensi

Bahri, S. (2019). Pendekatan Dan Strategi Pengembangan Sistem Pertanian Terintegrasi Ternak-Tanaman Menuju Ketahanan Pangan Nasional. INA-Rxiv. https://doi.org/10.31227/osf.io/9kfpq

Bete, Y., Tahuk, P. K., & Bira, G. F. (2022). Pengaruh Perbedaan Jenis Kelamin dan Kastrasi Pada Kambing Kacang terhadap Perubahan Lingkar dan Lebar Dada yang Dihasilkan. JAS, 7(3), 34–36. https://doi.org/10.32938/ja.v7i3.2752

Destomo, A. (2020). Kemampuan reproduksi induk dan pertumbuhan anak kambing peranakan etawah, gembrong, dan kosta. Jurnal peternakan, 17(1), 31. https://doi.org/10.24014/jupet.v17i1.7692

Gutierrez-Peña, R., Mena, Y., Ruiz, F. A., & Delgado-Pertíñez, M. (2016). Strengths and weaknesses of traditional feeding management of dairy goat farms in mountain areas. Agroecology and Sustainable Food Systems, 40(7), 736–756. https://doi.org/10.1080/21683565.2016.1178202

Hernández-Castellano, L. E., Morales-delaNuez, A., Sánchez-Macías, D., Moreno-Indias, I., Torres, A., Capote, J., Argüello, A., & Castro, N. (2015). The effect of colostrum source (goat vs. Sheep) and timing of the first colostrum feeding (2 h vs. 14 h after birth) on body weight and immune status of artificially reared newborn lambs. Journal of Dairy Science, 98(1), 204–210. https://doi.org/10.3168/jds.2014-8350

Koluman Darcan, N., & Silanikove, N. (2018). The advantages of goats for future adaptation to Climate Change: A conceptual overview. Small Ruminant Research, 163, 34–38. https://doi.org/10.1016/j.smallrumres.2017.04.013

Lubis, E. M. (2016). Efisiensi Reproduksi Kambing Perankan Etawa Di Lembah Gogoniti Farm Di Desa Kemirigede Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar. AVES: Jurnal Ilmu Peternakan, 10(1), 5. https://doi.org/10.30957/aves.v10i1.326

Maesya, A., & Rusdiana, S. (2018a). Prospek Pengembangan Usaha Ternak Kambing dan Memacu Peningkatan Ekonomi Peternak. Agriekonomika, 7(2), 135. https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v7i2.4459

Maesya, A., & Rusdiana, S. (2018b). Prospek Pengembangan Usaha Ternak Kambing dan Memacu Peningkatan Ekonomi Peternak. Agriekonomika, 7(2), 135. https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v7i2.4459

Maesya, A., & Rusdiana, S. (2018c). Prospek Pengembangan Usaha Ternak Kambing dan Memacu Peningkatan Ekonomi Peternak. Agriekonomika, 7(2), 135. https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v7i2.4459

Mulyadi, H. (2013). Parameter Genetik Kambing Peranakan Etawah di Balai Pembibitan Ternak Kambing Sumber Rejo Kendal Jawa Tengah. Buletin Peternakan, 14(2), 9. https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v14i2.1763

Pari, A. U. H. (2018). Pemanfaatan Recording untuk Meningkatkan Manajemen Ternak Kerbau di Kecamatan Matawai La Pawu Kabupaten Sumba Timur. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 13(1), 20–28. https://doi.org/10.31186/jspi.id.13.1.20-28

Priyanto, D. (2017). Strategi Pengembalian Wilayah Nusa Tenggara Timur sebagai Sumber Ternak Sapi Potong. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 35(4), 167. https://doi.org/10.21082/jp3.v35n4.2016.p167-178

Purbowati, E., Rahmawati, I., & Rianto, E. (2015). Jenis Hijauan Pakan Dan Kecukupan Nutrien Kambing Jawarandu Di Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Pastura, 5(1), 10. https://doi.org/10.24843/Pastura.2015.v05.i01.p02

Purnamasari, D. K., Syamsuhaidi, S., Sumiati, S., Erwan, E., Wiryawan, K. G., & Sulastri, S. (2022). Pelatihan Pengolahan Pakan Dan Hasil Ternak Itik Pada Kelompok Wanita Tani Ternak Desa Loyok Kecamatan Sikur Lombok Timur. Jurnal Gema Ngabdi, 4(1), 42–48. https://doi.org/10.29303/jgn.v4i1.229

Rusdiana, S., Adiati, U., & Hutasoit, R. (2016). Analisis Ekonomi Usaha Ternak Sapi Potong Berbasis Agroekosistem Di Indonesia. Agriekonomika, 5(2). https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v5i2.1794

Rusdiana, S., & Maesya, A. (2017). Pertumbuhan Ekonomi Dan Kebutuhan Pangan di Indonesia. Agriekonomika, 6(1). https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v6i1.1795

Somanjaya, R., Heriyadi, D., & Hernaman, I. (2018). Performa domba lokal betina dewasa pada berbagai variasi lamanya penggembalaan di daerah irigasi rentang kabupaten majalengka. Indonesian Journal of Applied Sciences, 7(3). https://doi.org/10.24198/ijas.v7i3.7029

Sugiyanto, S., Supriyono, S., & Putra, B. (2021). Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Sapi Simental Berdasarkan Conseption Rate (Cr) Dan Service Per Conception (S/C) Di Kecamatan Pamenang Barat Kabupaten Merangin. STOCK Peternakan, 3(1), 40. https://doi.org/10.36355/sptr.v3i1.590

Sumaryadi, M. Y., & Manalu, W. (2013). Prediksi Jumlah Anak yang Akan Dilahirkan dan Bobot Lahir Anak Berdasarkan Konsentrasi Hormon dan Metabolit Darah Induk Selama Kebuntingan pada Domba Ekor Tipis Jawa Barat. Buletin Peternakan, 23(2), 46. https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v23i2.1647

Upadhyay, D., Patel, B. H. M., Sahu, S., Gaur, G. K., & Singh, M. (2015). Factors affecting survivability of local Rohilkhand goats under organized farm. Veterinary World, 8(10), 1215–1218. https://doi.org/10.14202/vetworld.2015.1215-1218

Wardhana, A. H., Abadi, I., Cameron, M. M., Ready, P. D., & Hall, M. J. R. (2018). Epidemiology of traumatic myiasis due to Chrysomya bezziana in Indonesia. Jurnal Ilmu Ternak Dan Veteriner, 23(1), 45–60. https://doi.org/10.14334/jitv.v23i1.1617

Wati, L., Saili, T., & Saili, T. (2015). KID CROP KAMBING KACANG (Capra Hircus) di KABUPATEN KONAWE UTARA. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Tropis, 1(1), 9. https://doi.org/10.33772/jitro.v1i1.356

Zaenuri, L. A., Hy, L., & Yanuarianto, O. (2018). Prospect Produksi Pra Sapih Anak Kambing Hasil Silang Kambing Pe Dengan Kambing Boer. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 4(2), 100–107. https://doi.org/10.29303/jstl.v4i2.90

Zaenuri, L. A., & Rodiah, R. (2018). Persepsi Peternak Terhadap Aspek Reproduksi Ternak Kambing di Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 4(1). https://doi.org/10.29303/jstl.v4i1.61

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-10

Cara Mengutip

Kusrianty, N., & Rinaldy, I. K. Y. (2025). Performa Reproduksi dan Mortalitas Kambing Lokal di Lahan Perkebunan Rakyat Desa Kayu Lompa . MACROCEPHALON : Jurnal Ilmu Peternakan, 2(1), 21–28. https://doi.org/10.56630/jmcp.v2i1.1429

Terbitan

Bagian

Artikel