Perkembangan Molting Kepiting Bakau yang dikondisikan dalam Siklus Gelap-Terang Pada Wadah Pemeliharaan Resirkulasi Tertutup

Penulis

  • Akbar Marzuki Tahya Universitas Tadulako
  • Ikbal Universitas Tadulako
  • Sunarti Universitas Cokroaminoto Makassar

DOI:

https://doi.org/10.56630/jago.v5i2.829

Kata Kunci:

Scylla olivacea; Ekdisis; Epipodit; Fotoperiode; Retraksi kutikula.

Abstrak

Kepiting bakau (Scylla sp.) mengalami proses molting sebagai bagian penting dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya. Molting merupakan fenomena fisiologis yang kompleks, dipengaruhi oleh faktor internal seperti kontrol hormonal dan faktor eksternal seperti lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi fotoperiode terhadap percepatan molting kepiting bakau dengan mengamati retraksi epipodit, retraksi kutikula, kadar glukosa, dan pertumbuhan bobot. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan periode gelap dan terang (T12G12: Terang 12 jam, Gelap 12 jam; T10G14: Terang 10 jam, Gelap 14 jam; T8G16: Terang 8 jam, Gelap 16 jam; T6G18: Terang 6 Jam, Gelap 18 jam; dan T4G20: Terang 4 Jam, Gelap 20 jam), dengan tujuh kali ulangan sehingga diperoleh 35 unit percobaan. Kepiting dipelihara dalam ruangan dengan pencahayaan yang dikontrol menggunakan lampu 9 Watt dan diukur menggunakan lux meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fotoperiode berpengaruh terhadap progres molting. Retraksi kutikula mulai diamati pada hari ke-10 pada perlakuan T12G12 dan T10G14. Selain itu, perlakuan T10G14 (10 jam terang, 14 jam gelap) menghasilkan pertumbuhan bobot tertinggi, yaitu 3,618 gram selama pemeliharaan. Dengan demikian, fotoperiode optimal dapat digunakan sebagai strategi untuk mempercepat molting dan meningkatkan pertumbuhan kepiting bakau dalam sistem budidaya terkontrol.

Referensi

Aslamyah, S., & Fujaya, Y. (2010). Stimulasi molting dan pertumbuhan kepiting bakau (Scylla sp.) melalui aplikasi pakan buatan berbahan dasar limbah pangan yang diperkaya dengan ekstrak bayam. ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences, 15(3), 170-178.

Aslamyah, S., Zainuddin, & Badraeni. (2022). The effect of microorganisms combination as probiotics in feed for growth performance, gastric evacuation rates, and blood glucose levels of milkfish, Chanos chanos (Forsskal, 1775). . Jurnal Ikhtiologi Indonesia, 22(1), 77-91.

Fujaya, Y. (2011). Growth and molting of mud crab administered by different doses of vitomolt. Jurnal Akuakultur Indonesia, 10(1), 24-28.

Fujaya, Y., Rukminasari, N., Alam, N., Rusdi, Fazhan, H., & Waiho, K. (2020). Is limb autotomy really efficient compared to traditional rearing in soft-shell crab (Scylla olivacea) production? Aquaculture Reports 18. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.aqrep.2020.100432.

Hantzidiamantis, P. J., & Lappin, S. L. (2022). Physiology, Glucose. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545201/

Kucharski, L. C., Schein, V., Capp, E., & da Silva, R. S. (2002). In vitro insulin stimulatory effect on glucose uptake and glycogen synthesis in the gills of the estuarine crab Chasmagnathus granulata. Gen Comp Endocrinol, 125(2), 256-263. https://doi.org/10.1006/gcen.2001.7748

Mykles, D. L., & Chang, E. S. (2020). Hormonal control of the crustacean molting gland: Insights from transcriptomics and proteomics. General and Comparative Endocrinology, 294, 113493.

Poole, S., Mayze, J., Exley, P., & Paulo, C. (2008). Maximising revenue within the NT mud creb fishery by enhancing posy-harvest survival of mud crabs. In. Fisheries Research and Development Corporation. Department of Primary Industries and Fisheries.

Serdiati, N., Safir, M., Sunarti, S., & Tahya, A. M. (2025). Do lunar cycles affect molting of mud crabs Scylla olivacea reared in a closed recirculation system? International Journal of Aquatic Biology, 13(1), 15-22. https://doi.org/10.22034/ijab.v13i1.2386

Sunarti, Y., Soejodono, R. D., Mayasari, N. L. P. I., & Tahya, A. M. (2016). RNA expression of farnesoate acid O-methyl transferasi in mandibular organ of intermolt and premolt mud crabs Scylla olivacea. AACL Bioflux 9(2), 270-275.

Sunarti, Y., Tahya, A. M., & Jamaluddin, R. (2020). Phylogenetic Analysis of Mud Crab Scylla olivacea with Several Crustacean Based mRNA Encoding FAMeT. AgriSains, 21(1), 23-29.

Tahya, A. M. (2016). Kajian Organ Mandibular Dan Pemanfaatannya Sebagai Stimulan Molting Kepiting Bakau Scylla Olivacea IPB (Bogor Agricultural University)].

Tahya, A. M., Isna, Novalina, S., Safir, M., & Sunarti. (2025). Ecdysis Patterns and Glucose Fluctuations in Mangrove Crabs Across Salinity Levels. Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries, 29(1), 2081-2088. https://doi.org/10.21608/ejabf.2025.412085

Tahya, A. M., Junior, M. Z., & Suprayudi, M. A. (2017). Peranan Fisiologis Organ Mandibular guna Mendukung Manajemen Budidaya Kepiting Bakau Berkelanjutan. PROSIDING PUSAT RISET PERIKANAN, 59-66.

Tahya, A. M., Zairin Jr, M., Boediono, A., Artika, I. M., & Suprayudi, M. A. (2016a). Expression of RNA encode FAMeT in mandibular organ of mud crabs Scylla olivacea. International Journal of PharmTech Research, 9(3), 219-223.

Tahya, A. M., Zairin Jr, M., Boediono, A., Artika, I. M., & Suprayudi, M. A. (2016b). Important role of mandibular organ in molting, growth, and survival of mud crab Scylla olivacea. International Journal of Chemtech Research, 9(12), 529-533.

Watkins, D., Cooperstein, S., & Lazarow, A. (2008). Effect of alloxan on permeability of pancreatic islet tissue in vitro. American Journal of Fisiology, 207(2), 436-440.

Zhang, X., Jin, M., Luo, J., Xie, S., Guo, C., Zhu, T., Hu, X., Yuan, Y., & Zhou, Q. (2022). Effects of dietary carbohydrate levels on the growth and glucose metabolism of juvenile swimming crab, Portunus trituberculatus. Aquaculture Nutrition, 2022.

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-12

Cara Mengutip

Tahya, A. M., Ikbal, & Sunarti. (2025). Perkembangan Molting Kepiting Bakau yang dikondisikan dalam Siklus Gelap-Terang Pada Wadah Pemeliharaan Resirkulasi Tertutup. JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis, 5(2), 159–165. https://doi.org/10.56630/jago.v5i2.829